Sekedar berbagi
Waktu telah berlalu sejak pelantikan pengurus Prakle yang baru. Tak terasa sudah dua periode kepengerusan alias empat tahun berlalu sejak saya lengser dari jabatan ketua. Waktu kembali menyadarkan betapa umur ini semakin bertambah dan jatah hidup kita sebagai manusia juga semakin berkurang, bak sebatang lilin yang meleleh dan akhirnya redup setelah sekian lama menerangi gelapnya malam.
Waktu,mengingatkan kembali akan memori-memori kala menjadi ketua dulu. Segudang perasaan bangga dan bingung bercampur jadi satu saat diguyur air kembang sesudah mengucap sumpah jabatan. Disaksikan segenap warga Prakle dan rindangnya pohon pinus lereng Merapi serta hembusan dinginnya angin lembah yang merangkul badan ini, suasana begitu mencerahkan. Seakan memberi semangat untuk segera berkiprah dan mengeluarkan segala jurus untuk memajukan orgnisasi ini. Semangat itu begitu menggelora seakan-akan Prakle ini adalah organisasi yang besar dan bonafid hingga harus benar-benar ditangani dengan kesungguhan hati dan pikiran yang mendalam.
Memang kala itu begitu terasa semangat dan keinginan untuk membangunkan kembali Prakle yang sempat vakum atau paling tidak memberikan perubahan dalam organisasi ini, karena konon organisasi ini pernah maju, paling tidak untuk ukuran kalurahan sehingga harus dicari cara agar minimal bisa tetap eksis. Meski hanya di level kalurahan namun kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan oleh Prakle telah menunjukkan kepada masyarakat bahwa organisasi tingkat kampung ternyata mampu menghasilkan event dan kegiatan yang positif bagi perkembangan pemuda dan ikut andil dalam memajukan masyarakat. Tak ayal lagi waktu itu Prakle telah menjadi organisasi pemuda yang cukup disegani dan “ditakuti” oleh organisasi pemuda di seluruh kalurahan ini bahkan oleh pemerintah setempat dan menjadikan organisasi ini sebagai primadona.
Namun semua itu hanyalah pandangan subyektif saja yang tak perlu diamini, pada kenyataannya, dan saya yakin, sebagian besar bahkan hampir semua warga Prakle memandang organisasi ini tak lebih hanya sebuah perkumpulan remaja ndeso yang kiprahnya paling banter hanya sampai tingkat kecamatan saja, bahkan untuk ditulis di lamaran kerja sebagai referensi dalam mencari pekerjaan pun tidak menjual alias kurang ngefek. Pandangan seperti itu memang wajar saja karena memang kenyataannya menunjukkan seperti itu.
Sekecil apapun organisasi ini tidaklah penting bagi saya, yang terpenting adalah sebesar apa yang bisa kita perbuat untuk orang-orang disekitar kita melalui kendaraan organisasi ini. Tidak peduli apakah itu akan menunjang karir atau tidak, yang penting bisa memberi manfaat bagi orang lain. Tidak terbayang dalam benak untuk mendapatkan kehormatan apalagi materi dan ketenaran. Paling-paling hanya ibu-ibu yang menganggukkan kepala saat berpapasan atau adik – adik kecil seumur Wonde yang memanggil-manggil kita saat lewat di kerumunan mereka.Tapi ada satu keyakinan dalam diri, bahwa apa yang saya lakukan ini, meski kecil, akan mendapatkan balasan dari yang di Atas, entah saat kita masih bisa bernapas atau nanti saat berada di alam “sana”.
Waktu itu saya sungguh beruntung karena kebanyakan yang menjadi pengurus adalah teman-teman yang masih sebaya, sehingga dalam hal komunikasi tidaklah terlalu sulit. Ditambah lagi kepengurusan sebelumnya, telah berperan besar dalam menertibkan dan menata kembali administrasi organisasi. Disamping itu sebagian besar dari teman-teman ini punya nyali besar untuk sesegera mungkin melakukan perubahan atau paling tidak mengulang kembali masa-masa “keemasan” Prakle jaman dulu. Sehingga tidaklah terlalu sulit bagi saya untuk menggerakkan teman-teman dalam memulai satu kegiatan, karena bermodalkan nyali dan tekad yang sama. Kenapa nyali dan tekad? Ya, karena itulah yang menjadi ruh penggerak waktu itu, meskipun dengan keterbatasan pengalaman dan SDM yang dimiliki namun semua halangan pada akhirnya dapat dilalui. Seperti ketika memulai penggalangan dana, dengan pe-denya teman-teman masuk dari satu kantor ke kantor lainnya dengan hanya bermodalkan proposal yang boleh dikatakan ‘ndesit’ dan ‘wagu’. Belum lagi kocek yang harus dirogoh untuk sekedar membeli uang bensin.
Semua itu dilakukan bukan semata-mata tanpa hasil, memang dari segi tujuan, yaitu diperolehnya sponsor tidak seperti yang diharapkan, namun dari segi pengalaman merupakan pelajaran yang sangat berharga betapa sebuah proposal dengan konsep, bahasa dan tata letak yang menarik sangat penting untuk diperhatikan karena menjadi cermin dari keseriusan kita dalam mengadakan suatu kegiatan. Ditambah lagi dengan sindiran senior yang membandingkan kesuksesan masa lalu dengan keadaan waktu itu, semakin memacu adrenalin teman-teman untuk membuktikan diri bahwa kita juga bisa. Alhasil,kerja keras dari semua ini akhirnya sedikit demi sedikit mampu mengembalikan wajah Prakle di mata masyarakat.
Kini waktu telah bergulir tanpa terasa.Teman-teman yang dulu menjadi penggerak kebangkitan Prakle lambat laun mulai lepas satu demi satu dan generasi baru pun nampaknya telah muncul menghiasi wajah organisasi ini. Memang tak bisa dipungkiri proses alamiah ini harus terjadi dan generasi baru diharapkan mampu menjaga wajah yang sudah baik ini agar tidak bopeng lagi, bahkan mampu menjadikannya lebih cantik, luar maupun dalam. Setiap kepengurusan dan generasi memang punya tantangannya masing-masing dan tidak bisa dibandingkan bahwa generasi dulu lebih enak dari generasi sekarang atau sebaliknya.
Untuk itu tampilnya wajah-wajah baru dalam kepengurusan sekarang patut untuk disyukuri dan perlu terus untuk dimotivasi agar tetap kreatif dan semangat, dengan harapan organisasi ini tetap hidup dan berkembang seiring dengan dinamika masyarakat. Prakle bukanlah suatu beban namun sebagai wahana kita untuk belajar dan mengasah ‘ sense of social ‘ dalam diri kita. Percuma saja hidup bergelimang harta dan kesuksesan bila mata hati kita buta terhadap kondisi masyarakat disekitar kita. Selama kita masih berpijak dibumi dan menghembuskan napas, selama itu pula kita akan tetap hidup bersama orang lain.(rinto)






thx 4 viewing my blog n 4 the link.btw u ternyata ketua prakle to???good luck yo buat prakle hehehhehehhe
ur welkom…! itu dulu 4 thn yg lalu nduk, skrng udah veteran alias udah uzur…kekekekkk..! skss jg bwt proyek mgangnya….
Salut!!! Diem2 ternyata…..hebat euyyyyy!!! Sukses selalu ya dek!
Merci..mbak Nana,udh mampir di blog yg wagu ini, smga mbak Nana kerasan di Brussel..merci..merci..Que Dieu vous bénisse.
(maap klo grammrnya slh,cz cm copy paste dr trnsltor..hehe)
penggerak2 roda yag tlah usang,,dimkn tantangan hidup yg menghadang
sudah saatnya veteran prakle dipinggirkan,kini tiba saatnya bg young gun prakle untuk meraih prestasi yg setinggi2nya.kami veteran sll mendukung dibelakangmu dg segenap daya dan upaya.
good luck guys…